Kamis, 18 November 2010

pekerjaan bisnis online mudah di elfasenior 085741912223/087885011167

Apakah ada usaha atau pekerjaan yang enak dan mudah dalam meraih kesuksesan pak?
Kenapa ada orang yang tidak perlu banting tulang tapi bisa meraih keuntungan dengan begitu mudah
sedangkan saya sampai sekarang masih hidup susah terus.
Apakah ini yang dimaksud dengan keberuntungan atau hoki pak?
Bagaimana caranya agar kita tetap punya semangat kerja yang tinggi meskipun banyak halangan dan rintangan?
Terima kasih
Zul, Padalarang, Kab. Bandung Barat
JAWAB:
Ada peribahasa dalam bahasa Inggris yang berbunyi easy come easy go yang artinya:
sesuatu yang diperoleh dengan gampang maka akan gampang pula dilepas.
Barang yang mudah diperoleh biasanya kurang dihargai.
Berbeda dengan barang yang diperoleh lewat sebuah perjuangan yang keras dan berat maka barang itu pasti akan dijaga,
dirawat dan dihargai sangat tinggi.
Uang yang diperoleh dari meja judi atau karena menang undian akan lebih mudah dihabiskan
dibandingkan uang yang dperoleh dari hasil cucuran keringat selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Jadi saya sarankan pada Zul untuk tidak mencari pekerjaan yang gampang atau mudah.
Buanglah mindset atau pola/kerangka berpikir yang seperti itu.
Masih dalam bahasa Inggris, ada peribahasa yang berbunyi no pain no gain.
Tidak ada keuntungan atau kenikmatan tanpa terlebih dahulu melalui kesulitan dan penderitaan.
Kalau dalam bahasa Indonesia tentu Zul pernah mendengar sebuah pantun yang berbunyi sebagai berikut:
“Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit kita dahulu bersenang-senang kita kemudian”.
Ada harga yang harus dibayar untuk setiap hal yang kita terima.
Dalam dunia kerja, seorang professional bukan hanya lahir karena modal kepintaran saja tetapi juga karena kerajinan dan ketekunan serta kerja keras.
Orang pintar tetapi malas akan dikalahkan oleh orang yang kurang pintar tetapi rajin.
Bayangkan apa jadinya bila orang pintar sekaligus rajin, tekun dan pekerja keras.
Jadi fungsi dan peranan kerja keras tidak bisa diabaikan.
Sekalipun ada kerja cerdas tidak membuat kerja keras jadi berubah menjadi kerja lemah atau kerja santai.
Kerja cerdas adalah kerja yang tidak hanya mengandalkan otot semata melainkan juga menggunakan otak sehingga hasilnya terasa lebih efisien dan efektif.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari memang tidak bisa dipungkiri bahwa ada orang yang kerjanya santai banget, nyaris tanpa perjuangan dan kerja keras tetapi bisa sukses.
Tapi ada berapa sih jumlahnya orang yang seperti itu? Dan berapa lama sih orang seperti itu bisa mempertahankan keberhasilannya?
Kita tidak boleh iri terhadap keberhasilan orang seperti itu. Jangan pula kecewa maupun frustasi.
Kalau ada yang meraih keberhasilan karena masalah keberuntungan atau hoki, maka biarlah itu merupakan hak prerogative dari Tuhan yang memberikan banyak kemudahan kepadanya.
Tetapi sebaliknya bila hal tersebut dia peroleh karena KKN atau karena perbuatan yang melanggar hukum, maka biarlah hal tersebut menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Kita tidak usah menghakimi dan menghukumnya karena ada hukum positif di negara ini dan sekaligus ada hukum Tuhan yang tidak bisa disuap atau dimanipulasi.
Untuk meraih kesuksesan dan sekaligus mempertahankannya, kita tidak cukup hanya memiliki Etos Kerja saja melainkan harus memiliki Etos Kerja yang Positif.
Apa bedanya? Begini, kalau hanya etos kerja saja maka saya yakin bahwa para perampok, pencuri dan penjahat lainnya juga memiliki hal tersebut.
Mereka punya semangat kerja yang tinggi dan dan bahkan punya kode etik sendiri yang sangat dijunjung tinggi.
Tetapi sayangnya apa yang mereka kerjakan bukanlah suatu perbuatan yang positif.

Bandingkanlah dengan etos kerja yang positif yaitu semangat kerja yang dilandasi oleh pikiran yang positif,
dilakukan dengan cara-cara yang positif dan terutama untuk mencapai tujuan yang positif.
Tujuan positif yang saya maksud adalah membawa manfaat yang positif baik untuk diri sendiri, untuk orang lain dan untuk Tuhan.
Dengan adanya etos kerja yang positif maka kita tidak pernah kekurangan atau kehabisan energi.
Meskipun banyak hambatan dan rintangan, tidak pernah menyurutkan langkah orang yang punya etos kerja yang positif.

Seperti kata pepatah, semakin dihambat semakin merambat.
Semakin di hadang semakin berkembang.
Kenapa bisa begitu? Karena orang yang berpikir positif melakukan segala sesuatu bukan karena dorongan kepuasan pribadi semata dan bukan juga untuk keuntungan dan kepentingan pribadi.
Kalau itu dasarnya maka akan mudah menyerah bila ada kesulitan.
Tapi karena ada kepentingan orang lain dan juga kepentingan Tuhan yang harus diperjuangkan maka keinginan untuk menyerah akan sirna.
Dengan kata lain, etos kerja yang positif adalah sebuah alasan kenapa orang mau mati-matian berjuang untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing, apakah kita sudah memiliki etos kerja yang positif?
Kalau belum, segeralah memiliki dan mengamalkannya agar kesuksesan yang positif bisa segera kita raih.
Semoga jawaban saya ini bermanfaat buat Zul dan para pembaca semuanya.

Tidak ada komentar: