BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
ISTEM INTUGUMAN adalah system yang membedakan,memisahkan ,melindungi organ dalam dari lingkuan luar. System ini merupakan sestem terbesar yang mencakup kulit ,bulu,kuku,sisik,rambut. Kelenjar keringat yang produknya keringat atau lendir. Kata ini berasal dari bahasa latin ‘’integumentum’’yang berarti ‘’penutup’’.
Secara ilmiah kulit adalah lapisan jaringan yang berada di bagian luar tubuh manusaia,kulit merupakan organ yang paling luas permukaanya. Kulit manusia terdiri atas epidermis dan dermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis. Saat ini tampaknya tanning mulai digemari sebagian masyarakat kita karena hasilnya yang dapat membuat kulit tampak lebih eksotis. Namun, amankah kita melakukan tanning.
Sebenarnya Sinar Matahari yang menyengat dapat membahayakan kulit kita yang nantinya dapat menyebabkan kanker kulit. Jadi kebiasaan tanning dapat meningkatkan kemungkinan kita untuk mendapatkan kanker kulit. Pada penelitian didapatkan bahwa kanker kulit banyak diderita oleh orang yang mendapat eksposur sinar matahari yang lebih banyak. Mungkin yang mengherankan mengapa masyarakat jaman dulu yang tidak suka bila kepanasan terutama bila mengunjungi pantai, tapi sekarang orang-orang malah berlomba untuk memamerkan kulit terbakarnya. Tanning juga dianggap dapat menyebabkan penuaan kulit menjadi lebih cepat.
Seorang dermatologis, James Grichnik, MD mengkonfirmasikan potensi bahaya dariasi Ultraviolet. Salah satu faktor yang penting adalah paparan sinar ultraviolet yang semakin banyak belakangan ini.
Mencegah adalah lebih baik dibandingkan dengan mengobati. Dan jika mencegah itu sangat mudah, maka tidak ada lagi yang bisa ditawar. Cara terbaik adalah dengan menurunkan resiko terkena kanker kulit karena sinar ultraviolet dengan mengurangi paparannya, diantaranya adalah mengurangi keluar ruangan pada saat sinar matahari sedang paling panasnya (antara jam 10.00-14.00). Kalaupun terpaksa, maka sebaiknya anda mengenakan perlindungan. Saat itu merupakan sinar ultraviolet yang paling merusak efeknya.
Kemudian mungkin anda dapat selalu mengingat untuk memakai sunscreen bila sedang keluar ruangan. Disarankan sunscreen anda mengandung SPF 15 (sedikitnya), dan yang penting juga adalah yang mengandung IPF (immunosupressan protection).
1.2 TUJUAN INSTRUKSIONAL
Setelah membaca makalah ini di harapkan mahasiswa mampu:
1. Mengetahui anatomi dan fisiologi struktur tubuh manusia
2. menjelaskan fungsi kulit dengan benar
3. mampu meyebutkan lapisan-lapisan kulit
1.3 TUJUAN ANATOMI DAN FISIOLOGI
Anatomi berasal dari bahasa yunani ana dan tome yang berarti memotong atu memisahkan,sehingga lebih komplek anatomi adalah yang mimisahkan satu sama lain
Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fungsi atau kerjatubuh manusia dalam keadaan normal. Ilmu fisiologi didasarkan pada seluler dan monokuler
BAB II PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
Kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh, luasnya sekitar 2 m2. Ketebalan pada setiap bagian tubuh berbeda-beda (0,5-5 mm) dan rata-rata ketebalanNYA 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan Epidermis di bagian luar yang merupakan lapisan jaringan epitel dan lapisan dermis di bagian bawahnya yang merupakan lapisan jaringan ikat. Di bawah jaringan dermis terdapat jaringan hipodermis atau subkutis.
2.2 LAOISAN KULI
1. EPIDERMIS
Lapisan epidermis terdiri dari epitel squamosa, dan tidak mengandung pembuluh darah. Lapisan ini terdiri atas lima lapisan yaitu:
1) Stratum Korneum
2) Stratum Lusidum
3) Stratum Granulosum
4) Stratum Spinosum
5) Stratum Basale
Stratum spinosum dan basale keduanya disebut dengan stratum germinatifum karena menghasilkan sel-sel baru. Selain di telapak tangan dan kaki, lapisan epidermis biasanya hanya terdapat stratum korneum dan germinatifum.
Stratum spinosum dan basale keduanya disebut dengan stratum germinatifum karena menghasilkan sel-sel baru. Selain di telapak tangan dan kaki, lapisan epidermis biasanya hanya terdapat stratum korneum dan germinatifum.
1) Stratum Korneum
Lapisan ini merupakan lapisan tipis dari sel-sel mati, mengandung soft keratin untuk mempertahankan elastisitas kulit dan melindungi lapisan dibawahnya dari udara dan kekeringan. Normalnya lapisan ini mengalami abrasi setiap harinya.
2) Stratum Lusidum
Lapisan ini tembus cahaya, terdiri dari sel-sel mati, mengandung eleidin (protein peralihan antara soft keratin dengan keratohyaline), hanya tampak di telapak tangan dan kaki. Lapisan ini berperan dalam melindungi kulit dari sinar Ultra Violet.
3) Stratum granulosum
Stratum granulosum m engandung granula keratohyalin yang merupakan awal awal proses keratinisasi dan berkaitan dengan proses kematian sel.
4) Startum Spinosum
Stratum spinosum terdiri dari sel polihedral (banyak sisi) , sel-sel saling berikatan dan mengunci. Pada lapisan ini terjadi proses sintesis protein secara aktif dan pembentukan sel-sel baru dan didorong ke permukaan untuk mengganti sel-sel mati pada stratum korneum
5) Stratum Basale
Lapisan ini berbatasan dengan lapisan dermis, biasanya terdapat sel kolumnar/sel kuboid dan pada lapisan ini terjadi produksi sel-sel baru.
2.2 DERMIS
Lapisan dermis merupakan bagian tersbesar dari komposisi kulit, merupakan lapisan yang kuat dan memiliki jaringan ikat yang fleksibel yang mengandung serabut kolagen. Retikular dan serabut-serabut elastis. Serabut kolagen dibentuk dari protein kolagen yang sangat tipis. Serabut retukular, merupakan serabut paling tipis sebagai jaringan penyokong. Serabut elastis menjadikan kulit lebih fleksibel. Kebanyakan sel pada dermis adalah fibroblast, sel lemak dan makrofag Pada lapisan ini terdapat pembuluh darah, pembuluh limfe, ujung syaraf, folikel rambut dan kelenjar-kelenjar. Lapisan dermis terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan papila dan lapisan retikular.
1) Lapisan Papila
Lapisan papila hampir tidak mengandung jaringan ikat, memiliki serabut kolagen yang tipis. Lapisan ini dikenal dengan lapisan subepitel karena dibawah lapisan epitel epidermis. Lapisan ini disebut juga lapisan papila karena terdapat papila (kecil, seperti jari-jari) yang berikatan dengan epidermis. Kebanyakan papila mengandung kapiler untuk memberi nutrisi pada epidermis. Pada lapisan ini pula terdapat ujung-ujung syaraf husus (meissner untuk sentuhan). Papila dengan serabut dobel ditelapak tangan dan kaki membentuk sidik jari.
2) Lapisan retikular
Lapisan retikuler terdiri dari jaringan ikat, memiliki serabut kolagen yang kasar dan berkas serabut yang saling bersilangan membentuk seperti jaring. Garis-garis serabut tersebut membentuk Cleavage yang penting dalam proses pembedahan. Sayatan bedah yang memotong garis cleavage lebih sulit sembuh daripada yang paralel dengan garis ini.
Lapisan reticular sangat banyak mengandung pembuluh darah, syaraf, ujung-ujung syaraf bebas, sel-sel adiposa(lemak), kelenjar minyak dan akar rambut, reseptor untuk tekanan dalam. Bagian terbawah lapisan ini mengandung serabut otot polos (hususnya di genital dan putting susu) dan folikel rambut.
c. Hipodermis/Subkutan
Lapisan hypodermis atau lapisan subkutan terdiri dari jaringan adipose, banyak mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe dan syaraf juga terdapat gulungan kelenjar keringat dan dasar dari folikel rambut. Tidak seperti epidermis dan dermis, batas dermis dengan lapisan ini tidak jelas.
Pada bagian yang banyak bergerak jaringan hipodermis kurang, pada bagian yan melapisi otot atau tulang mengandung anyaman serabut yang kuat. Pada area tertentu yng berfungsi sebagai bantalan (payudara dan tumit) terdapat lapisan sel-sel lemak yang tipis. Distribusi lemak pada lapisan ini banyak berperan dalam pembentukan bentuk tubuh terutama pada wanita.
2.3 PEMBULUH DARAH
Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagian endotheliumnya.
Arteri dan vena terletak bersebelahan. Dinding arteri lebih tebal dari pada dinding vena. Dinding arteri dan vena mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan bagian dalam yang terdiri dari endothelium, lapisan tengah yang terdiri atas otot polos dengan serat elastis dan lapisan paling luar yang terdiri atas jaringan ikat ditambah dengan serat elastis. Cabang terkecil dari arteri dan vena disebut kapiler. Pembuluh kapiler memiliki diameter yang sangat kecil dan hanya memiliki satu lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal.
Perbedaan struktur masing-masing pembuluh darah berhubungan dengan perbedaan fungsional masing-masing pembuluh darah tersebut.
2.4 RAMBUT
Rambut atau sering disebut bulu adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit hewan dan manusia, terutama mamalia. Rambut muncul dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. Struktur mirip rambut, yang disebut trikoma, juga ditemukan pada tumbuhan.
2.5 KUKU
Kuku adalah bagian tubuh binatang yang terdapat atau tumbuh di ujung jari. Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur.
Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki suplai darah kuat sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan. Seperti tulang dan gigi, kuku merupakan bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya sangat sedikit.
Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh.
Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar