Jumat, 30 Oktober 2009

PPNI organisasi ku

. Sambutan Ketua Umum PPNI .:.

Pesan Ketua Umum
Pengurus Pusat
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PP PPNI)

Selamat datang di Website Persatuan Perawat Nasional Indonesia,

PPNI didirikan pada tanggal 17 Maret 1974 yang kepengurusannya terdiri dari : 1 Pengurus Pusat PPNI berkedudukan di Ibu Kota Negara, 32 Pengurus PPNI Propinsi, 362 Pengurus PPNI Kabupaten/Kota dan lebih dari 2500 Pengurus Komisariat (tempat kerja) yang menghimpun ratusan ribu perawat Indonesia baik yang berada di Indonesia maupun di Luar Negeri, saat ini sudah dibentuk INNA-K (Indonesian National Nurses Association in Kuwait). PPNI, sejak Juni 2003 telah menjadi anggota ICN (International Council of Nurses) yang ke 125 dengan visi sebagai corong suara yang kuat bagi komunitas keperawatan dan berkomitmen tinggi untuk memberikan pelayanan/asuhan keperawatan yang kompeten, aman dan bermutu bagi masyarakat luas.

Website ini ditujukan sebagai media informasi dan komunikasi melalui saling berbagi informasi dan berkomunikasi tentang perawat dan keperawatan/kesehatan dengan komunitas keperawatan dan masyarakat luas, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Melalui Website ini, anda dapat mengetahui AD/ART PPNI, tujuan, target, program dan agenda kegiatan yang dilakukan PPNI. Selain itu, memfasilitasi anda untuk bergabung dengan jaringan keperawatan dan juga berfungsi untuk media pemesanan produk dan publikasi PPNI.

Saya berharap, anda dapat menikmati penelusuran Website PPNI ini, halaman demi halaman. Website ini adalah milik kita bersama, saran anda untuk penyempurnaan, akan merupakan kontribusi yang amat berharga bagi PPNI. Mohon dapat menyebarluaskan Website ini kepada sejawat dan masyarakat luas. Selamat berkarya!!! Semoga menjadi amal ibadah kita semua.


Hormat kami ,
Prof. Achir Yani S. Hamid, M.N., D.N.Sc.


UTAMA: LAPORAN KEGIATAN KONGRES ICN

KegiatanDURBAN, SOUTH AFRIKA, 26 JUNI - 4 JULI 2009

Kongres ICN adalah pertemuan setiap 4 tahun yang diselenggarakan sebagai akhir masa kepengurusan ICN, pertanggung jawaban presiden dan terjadi pemilihan Presiden dan ICN Board Members baru untuk periode berikutnya (2009-2013). Kongres ini dihadiri oleh 90 negara dari 133 negara anggota ICN. Delegasi Indonesia dihadiri oleh Ketua Umum PPNI, Prof Achir Yani S. Hamid, DNSc sebagai representative, Yupi Supartini, SKp MSc, Sekretaris II PP PPNI (Bidang pendidikan dan latihan, pelayanan dan kesejahteraan) sebagai “technical advisor”dan Arthur Lapian ketua PPNI Propinsi Sulawesi Utara sebagai support person. Sesuai konstitusi ICN sebagai “representative” mempunyai hak suara dan hak bicara, “technical advisor” mempunyai hak bicara tapi tidak punya hak suara, sedangkan “support person” tidak mempunyai hak suara dan hak bicara.

Kegiatan terbagi 2 bagian besar yaitu Council of National Representatives (CNR) Meeting yang merupakan sidang sidang organisasi ( 26 Juni sampai 30 Juni 2009) dan Congress atau pertemuan ilmiah dari 1 Juli sampai 4 Juli 2009.



Pengurus PPNI/INNA (Achir Yani, Yupi Supartini dan Arthur Lapian)

Posted by ppni_b0s on Monday, 13 July 2009 (16:18:22) WIT (550 reads)
(Read More... | 9675 bytes more | comments? | UTAMA | Score: 5)

Dimana Perawat saat Itu...?

Artikel
Siapun orangnya, akan menjadi bangga menjadi Seorang..perawat, apabila dia menjadikan Keperawatan ini menjadi kebanggaannya. Sebagaimana dengan Profesi lainnya, tentunya menjalankan Keperawatan ini haruslah dengan Sempurna, apalagi jika dilihat apa yang menjadi wilayah jaminan yang diberikannya.

sedikit tersentak..ketika media tanah Air menyorot kasus Ibu Prita dengan keluhan yang beliau berikan tentang kualitas layanan yang diperolehnya. Sesuatu yang manusiawi sekali bila rasa kecewa itu dialaminya. kemana harus bertanya?..untuk menjawab selaksa gundah yang ada didalam hati?...mungkin itu yang membuat beliau menuliskan rasa tertuang di emailnya, yang menjadi smirip buku Diary moderen bagi penggunanya. melihat situasi tersebut?

Posted by ppni_b0s on Wednesday, 10 June 2009 (00:22:53) WIT (642 reads)
(Read More... | 2835 bytes more | comments? | Score: 0)

SOROTAN: MENGABAIKAN RUU KEPERAWATAN DPR TIDAK PEDULI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN

Press Release
Jakarta 6 Juni 2009, Aksi damai lebih dari 5000 perawat Indonesia kali kedua akan dilaksanakan Senin 8 Juni 2009 dipusatkan di depan gedung DPR MPR RI. Demo kali ini mendesak DPR RI untuk segera membahas dan mengesahkan Undang-Undang Keperawatan (UUK) di tahun 2009. Hal ini didasarkan terhentinya proses UUK yang mana setelah Gerakan Nasional Perawat 12 Mei 2008 Rancangan UUK telah masuk dalam prolegnas tahun 2009, namun hasil rapat koordinasi antara Pimpinan DPR dan Pemerintah belum lama ini tidak memprioritaskan UUK untuk disyahkan tahun 2009.

Apabila dalam waktu 15 hari tuntutan ini tidak ditanggapi oleh DPR RI maka Perawat Indonesia akan melakukan AKSI MOGOK NASIONAL karena perawat sengaja dibiarkan bekerja tanpa perlindungan hukum yang kuat dan perawat Indonesia tidak mau dijajah oleh perawat bangsa asing yang akan segera masuk ke Indonesia.

Tindak lanjut dari proses undang-undang Keperawatan ini memang perlu dipertanyakan sebab DPR sebagai lembaga tinggi negara yang memproduk peraturan ini tidak lagi peduli dan tidak sunguh-sungguh memperhatikan kesehatan rakyat dan perawat.. RUU Keperawatan yang telah masuk dalam prolegnas nomor 26 ditahun 2009 ternyata telah diabaikan dan disia-siakan oleh DPR. Ini adalah sebuah ironi dan bukti ketidak berpihakan DPR kepada rakyat karenanya mengakibatkan rakyat Indonesia tidak mendapatkan perlindungan hukum yang memadai dari pelayanan kesehatan di era global dan nasib perawat Indonesia semakin terancam oleh perawat asing..

Perawat Indonesia (lebih dari 500.000) dan merupakan 60 % dari total tenaga Kesehatan telah memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia dengan memberi pelayanan di daerah terpencil, perbatasan, desa-desa tertinggal, pulau-pulau terluar dan seluruh tatanan pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia. Masyarakat perlu mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai oleh tenaga perawat yang berkualitas dengan dasar regulasi yang memadai. Disamping itu bagi perawat juga terlindungi dari berbagai resiko kerja dan tuntutan hukum.

Selain dihadapkan pada masalah di atas dengan telah di tanda tanganinya Mutual Recognition Agreement (MRA) di 10 negara ASEAN terutama bidang keperawatan yang akan di berlakukan tahun 2010. Dimana diantara 10 negara Asean tersebut hanya 3 negara yang belum memiliki Undang-Undang Keperawatan yaitu; Indonesia, Laos dan Vietnam. Maka dapat dibayangkan bahwa masyarakat Indonesia akan menjadi sasaran empuk tenaga-tenaga kesehatan asing, tenaga perawat dalam negeri terpinggirkan, pengakuan rendah dan gaji yang tidak memadai.

Dengan tidak adanya Badan Regulator Independen (konsil Keperawatan) ini mengakibatkan pengakuan lulusan keperawatan Indonesia belum setara terutama di tingkat internasional. Rendahnya pengakuan ini lebih di sebabkan karena tidak adanya jaminan bahwa perawat asal Indonesia Kompeten di bandingkan perawat Negara lain, Disamping itu dengan tidak adanya Badan Regulator Independen mengakibatkan perawat luar negeri siap menyerbu masuk ke Indonesia tanpa filter, akibatnya ancaman pengangguran terpelajar sudah didepan mata.

Contact Person

Prof. Achir yani S.Hamid,MN.DNSc
Ketua Umum PP PPNI
HP. 0818154356

Masfuri, SKp.MN
HP. 081318965892

M Hadi, SKM. M.Kep
HP. 0818488139

Harif Fadhillah, SKp.,SH
HP. 08161435752

Posted by ppni_b0s on Monday, 08 June 2009 (11:49:23) WIT (1056 reads)
(Read More... | 143 bytes more | 4 comments | SOROTAN | Score: 4.5)

Apa..yang Anda Perbuat...Bagi Keperawatan

ArtikelApa..yang..Anda..Perbuat...Bagi..Keperawatan...?
(Oy-Mora... PSIK UNiversitas Jember)

pertanyaan ini, sengaja..kami..munculkan...karena..
saat ini perawat Indonesia..sepertinya..tertantang..dengan..adanya..rencana
pengesahaan UU Keperawatan...perawat berlomba..menujukkan kualitasnya
untuk..menjawab..pertanyaan di Atas...
PSIK Universitas Jember..memulainya...dengan..menunjukkan sikap
peduli, Cinta Keperawatan. bagi Setiap Mahasiswa dan Juga Dosen-dosen Perawat.
dengan senang..hati..Mengatakan I...M...a.Nurse.
tidak hanya itu...
tanggal 12 Mei 2009. bertempat di PSIK Universitas jember, telang di deklarasikan Asosiasi Mahasiswa Keperawatan Jawa Timur bagian Timur, asosiasi ini dibentuk sebagai ujud rasa persatuan diantara mahasiswa keperawatan. selain itu..
Mahasiswa Keperawatan PSIK Universitas Jember..juga mengadakan kegiatan Tensi on the road, dan Tensi Home care, selain kegiatan Pengukuran tekanan darah, juga dilakukan kegiatan Health educatian guna melatih peran sebagai care giver dan educator bagi masyarakat, uniknya kegiatan ini membuat target 30 orang bagi setiap mahasiswa, bisa dibayangkan luas cakupan kegiatan ini, semua dilakukan guna pembuktian bahwa keperawatan itu ada untuk melayani, menghantarkan layanan buat masyarakat. ide 1:30 ini mengikuti jurus MLM, Marketing Lewat Mulut. agar Marketing yang disampaikan benar, pelatihan sebelum turun lapangan sudah dipersiapkan.
PSIK Universitas Jember berdiri setara dengan fakultas membuat PSIK yang stu ini berbeda dengan PSIK di Universitas Lainnya. PSIK Universitas Jember masih tergolong muda, masih berusia 4 tahun, akan tetapi usia muda tidak menutup kesempatan buat kami, untuk menunjukkan identitas diri, Khususnya Keperawatan.

banyak prestasi yang sudah dicatatkan. I Tim Mawa PSIK Universitas Jember Memperoleh dana dari Dikti untuk Kegiatan penelitian Banjir bnadang Situbondo, lanjut lagi 2 tim PSIK meraih PKMM dari DIKTI, yang nantinya akan Ikut PIMNAS 2009 di Kota Malang. Sukses menyelenggarakan LKMM-TD, juga diikuti dengan Sukses meraih Juara III dalam ajang Festival Paduan Suara Rektor cup III 2009 di UNiversitas Jember, wah tidak terbayang begitu bangga, ternyata keperawatan mampu bersaing dengan Fakultas lain....
jangan Heran bila Tim Putri PSIK Menjadi Jawara I Untuk Basket Competitin Untuk Rumpun Ilmu Kesehatan, atau Juara Tennis Meja, Atau Lapangan..? kita memilikinya
ada lagi yang lebih seru, Juara I untuk silat, dan Kempo..juga ditangan..kita..
oh..ya..tanggal 8 Juni sampai 13 Juni 2009 PSIK Universitas Jember, ikutan dalam campuss Expoo di Gedung Sutardjo Universitas Jember, Silahkan Kunjungi kami...Saudara Muda yang ada di Jember....

Seluruh Prestasi ini..menjadikan Mahasiswa PSIK, yang tadinya minder akan jati dirinya, sekarang..mampu..mengangkat kepala, menatap...dan mampu berkata dengan bangga..Aku Calon..Perawat..Penerusmu...

Buat yang lainnya...ayo..kita..jawab..APA yang kita perbuat Bagi Keperawatan Ini..?

Posted by ppni_b0s on Monday, 01 June 2009 (10:53:19) WIT (620 reads)
(Read More... | 69 bytes more | 1 comment | Score: 5)

SOROTAN: Audiensi RUU Keperawatan Mahasiswa Pascasarjana FIK UI ke Fraksi PKS DPR RI

Kunjungan
"Terkait masalah tersebut Zuber dari Fraksi PKS memberikan beberapa alternatif pemecahan masalah pada proses pengawalan RUU itu:
1. Aksi Simpatik
2. Pengawalan Isu dan Tren RUU Keperawatan di Media Massa dan Elektronik dengan melakukan penerbitan dan kegiatan ilmiah (press release, artikel, seminar, workshop, dll)
3. Lobi-lobi Politik ke berbagai Stakeholder khususnya Departemen Kesehatan
4. Penokohan Tokoh Keperawatan secara kontinu dan berkesinambungan
Kegiatan-kegiatan dimaksudkan untuk menghangatkan isu tentang UU keperawatan di kalangan publik. Selanjutnya Zuber juga menyarankan agar ada tokoh-tokoh perawat yang terjun pada tataran politik praktis sebagai politisi untuk melakukan proses pengawalan pada profesi perawat itu sendiri, karena beliau menyampaikan bahwa tidak ada kehidupan bernegara dan bermasyarakat itu yang terlepas dari urusan politik sekecil apapun itu."

Posted by ppni_b0s on Monday, 01 June 2009 (10:48:40) WIT (1205 reads)
(Read More... | 8119 bytes more | comments? | SOROTAN | Score: 5)

Who Knows The Depth of Heart

ArtikelOleh: Syaifoel Hardy

Tidak ada suasana yang paling menyenangkan di kantor pada saat kita kerja, kecuali jika menyukai lingkungan pekerjaan kita. Salah satu faktor terbesar yang membuat kita kerasan adalah sikap rekan kerja di sekitar kita.

Ketika bekerja di Indonesia dulu, semua rekan kerja nyaris dari latarbelakang budaya yang sama. Kalaupun berbeda, paling banter sukunya. Ada yang dari Makassar, Batak, Papua, Ambon, Timor, Sumbawa, Bali, Manado, Kalimantan dan yang terbanyak biasanya Jawa. Keberagaman itu memang asyik dan amat menyenangkan meski terkadang menyakitkan. Hubungan tidak terbatas di kantor saja. Bahkan saling berkunjung, arisan hingga wisata bersama. Canda dan tawa menghiasi banyak kesempatan, walaupun yang namanya konflik terkadang tidak dapat dihindarkan.

Ketika saya pindah di Timur Tengah, kejadian yang serupa terulang. Yang berbeda adalah tempat dan manusianya. Ada yang dari Eropa, Amerika, Canada, Afrika, Arab, ada pula Asia. Ada yang berkulit putih, kuning, coklat, hingga yang hitam. Semuanya mewarnai keberagaman kerja, yang tentunya sarat dengan pelajaran berharga bagi yang jeli memanfaatkannya.

Akan tetapi, perjalanan kehidupan kerja kita tidak selamanya mulus. Seperti halnya berjalan, kadang kita tersandung, sekalipun sudah berhati-hati.

Posted by ppni_b0s on Tuesday, 26 May 2009 (13:15:23) WIT (494 reads)
(Read More... | 7455 bytes more | comments? | Score: 0)

UTAMA: Anda Seorang Perawat? Silakah Melamar ke Jepang

Artikel

Jepang masih membutuhkan tenaga perawat dan caregivers (perawat bagi kaum jompo) dalam jumlah besar, menyusul semakin melonjaknya kelompok usia lanjut yang kini menjadi persoalan besar di Negeri Sakura.

Demikian pandangan pimpinan salah satu lembaga pelatihan yang ditunjuk pemerintah Jepang di Tokyo, berkaitan dengan kedatangan ratusan perawat asal Filipina ke Jepang, Minggu (10/5).

Posted by ppni_b0s on Wednesday, 13 May 2009 (11:07:30) WIT (897 reads)
(Read More... | 1889 bytes more | comments? | UTAMA | Score: 5)

UTAMA: HARI KEBANGKITAN PERAWAT INDONESIA

Press ReleaseHARI KEBANGKITAN PERAWAT INDONESIA
MOMENTUM MENJAGA KONTINUITAS PERJUANGAN TERHADAP PERLINDUNGAN MASYARAKAT DAN PERAWAT

Jakarta, Senin 11 Mei 2009 . Tanggal 12 Mei 2009, ditetapkan sebagai hari Kebangkitan PERAWAT INDONESIA setelah tepat satu tahun memperjuangkan Undang-Undang Keperawatan yang selama ini terkesan tidak diperhatikan. Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PP PPNI ) bersama Seluruh Pengurus di 33 provinsi, 392 Kab/kota dan lebih dari 2000 komisariat (tempat kerja) di seluruh Indonesia mulai hari ini 12 Mei 2009 mengadakan serangkaian kegiatan memperingati HARI KEBANGKITAN PERAWAT INDONESIA. Hari Kebangkitan Perawat Indonesia juga menjadi momentum perawat Indonesia untuk mengingatkan kembali pada semua pihak akan pentingnya UU Keperawatan segera hadir di Indonesia dan membangun citra perawat lebih baik lagi di masyarakat melalui upaya perlindungan bagi masyarakat serta menghimpun semua potensi perawat Indonesia untuk besama-sama memperjuangkan Profesi Perawat.

Posted by ppni_b0s on Tuesday, 12 May 2009 (10:44:30) WIT (1071 reads)
(Read More... | 4115 bytes more | 2 comments | UTAMA | Score: 0)

SOROTAN: RUU PRAKTIK PERAWAT HARUS DIKAWAL

ArtikelRUU tentang Praktik Perawat telah menjadi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Rancangan Undang-Undang Prioritas Tahun 2005-2009. Hal ini berdasarkan Keputusan DPR-RI No. 01/DPR-RI/III/2004-2005 tentang Persetujuan Penetapan Program Legislasi Nasional Tahun 2005-2009. Dalam Prolegnas 2005-2009 tersebut, telah ditetapkan 284 (duaratus delapan puluh empat) prioritas RUU untuk digarap selama lima tahun.

Masuknya RUU Praktik Perawat dalam Prolegnas 2005-2009 melalui proses yang amat panjang. Proses penyusunan Prolegnas diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan dan Pengelolaan Program Legislasi Nasional.
Secara teknis, Prolegnas disusun melalui beberapa tahapan. Garis besar tahapan tersebut yaitu :
1. Tahapan Penyusunan Rencana Legislasi
2. Tahapan Penyusunan Program Legislasi di Lingkungan Pemerintah dan di DPR
3. Tahapan Koordinasi Penyusunan Program Legislasi Nasional
4. Tahapan Penetapan.
Tugas kita para perawat adalah mengawal dan mendorong agar RUU Praktik Perawat tetap aman berada di dalam Proglegnas sehingga pada masanya nanti dapat dilahirkan menjadi UU Praktik Perawat. Jangan sampai RUU Praktik Perawat ditendang keluar dari Prolegnas.

Posted by ppni_b0s on Thursday, 23 April 2009 (13:31:11) WIT (949 reads)
(Read More... | 1612 bytes more | comments? | SOROTAN | Score: 5)

KESEJAHTERAAN PERAWAT AGAR DIAKOMODIR DALAM RUU KEPERAWATAN

ArtikelOleh : Khairin Fikri
Ketua PPNI Bontang
Kalimantan Timur
e-mail :khairin_fikri@yahoo.com.


Draft RUU Keperawatan telah mengalami perubahan sebanyak 19 kali. Draft yang beredar sekarang ini adalah Draft ke-20. Draft ke-19 penulis unduh (download) dari diponegoronursesassociation.blogsot.com (sebuah blog yang dikelola oleh mahasiswa keperawatan Undip Semarang, kalau tidak salah). Sedangkan draft ke-20 penulis unduh dari inna-ppni.or.id (official website PPNI).

Pada draft sebelumnya, RUU ini bernama RUU Praktek Keperawatan. Namun pada draft ke-20, kata „praktek“ dihapus sehingga namanya menjadi RUU Keperawatan.
Dengan menghilangkan kata „praktek“, penulis berpikir bahwa cakupun RUU ini menjadi lebih luas lagi. Kalau semula hanya mengatur tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan praktek keperawatan, maka kini materi yang diatur dalam RUU Keperawatan tersebut bukan semata-mata regulasi praktek perawat namun juga mengusung kesejahteraan perawat.

Seperti halnya UU Guru dan Dosen (UU No 14 Tahun 2005) yang telah disahkan, ternyata tidak semata mengatur bagaimana regulasi tentang guru dan dosen, namun UU tersebut juga mengusung perbaikan kesejahteraan Guru dan Dosen.
Nah, pada draft ke-20 RUU Keperawatan ini, penulis tidak melihat adanya perubahan yang signifikan dibanding draft sebelumnya. Penulis tidak melihat adanya pasal-pasal yang secara eksplisit memperjuangkan kesejahteraan perawat. Padahal masalah kesejahteraan perawat (dari persepsi perawat) harus diperjuangkan lewat UU tersebut. Pendapatan dll (baca : kesejahteraan perawat) yang minim sudah banyak dilontarkan oleh saudara-saudara perawat di tanah air. Kalau masalah kesejahteraan perawat tidak disinggung secara eksplisit di dalam undang-undang, barangkali sepanjang dunia ini masih ada, profesi perawat selalu menjadi profesi yang sengsara.

Kalau guru dan dosen (berikut anak-anaknya) bisa diperjuangkan dan diangkat kesejahteraannya oleh negara secara legal berdasarkan Undang Undang, mengapa perawat tidak bisa. Guru dan perawat sama-sama profesi yang mengabdikan diri pada kemuliaan hidup manusia.

Penulis melihat, materi RUU Keperawatan tersebut agak mirip dengan UU No 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran. Sehingga kesan penulis, naskah RUU Keperawatan tersebut seperti copy paste + revisi seperlunya dari UU No 29 Tahun 2004.

Posted by ppni_b0s on Thursday, 23 April 2009 (13:28:29) WIT (1590 reads)
(Read More... | 10847 bytes more | comments? | Score: 1)

Pesan Singkat

yosep: Bagaimana kabar perjuangan kita?? sudah sampai mana??
06-Oct-2009 12:42:35
yosep: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1430 H, Mohon maaf lahir dan bathin, Semoga kita menjadi manusia pemaaf dan dimaafkan... amin
28-Sep-2009 13:21:32
wocare: Taqobalallah Minna Wa Minkum, Mohon Maaf Lahir dan Batin
23-Sep-2009 05:44:08
yosep: Kok enggak ada yang mengisi nih, ohh lagi puasa kali!!!Apa khabare????
13-Sep-2009 07:56:32
yosep: Tidak ada kata terlambat, Ya Marhaban Ya Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa kepada saudaraku yang melaksanakannya, semoga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan ibadah puasa yang sebenar-benarnya... Amin Smile
26-Aug-2009 04:03:17
wocare: RN di Indonesia sudah disahkan oleh negara melalui Ikatan Register Nurse Indonesia dengan Badan LRP-nya?
25-Aug-2009 09:32:27
gaza: sebagai pearwat didaerah,,,peran kami untuk mengoal kan ruu keperawatan memang sangat kecil...aku hanya bisa berdoa mudahan cepat terwujud impian semua perawat...
19-Aug-2009 04:34:22
yosep: 17 agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka....truskhan. Merdekaaaaaaaaa 3X1, Bagaimana dengan nasib perawat??? UU Praktek keperawatan??? Question Question
18-Aug-2009 00:46:54
brain555: bagaimana tanggapan PPNI terkait tulisan dr.handri. kayaknya PPNI adem - adem aja. se adem RUU keperawatan
06-Aug-2009 11:40:27
yosep: perihal pendapat drhandri, aku juga dah nulis tuh, coba aja lihat di www.drhandri.com Embarassed
06-Aug-2009 01:09:42
Shout History

Only Registered Users can Shout
Create/Login



IND 2009
Int

User Menu
Nickname
Password
(Register)
Membership:
Latest: masagung
New Today: 0
New Yesterday: 0
Overall: 2490
People Online:
Members: 0
Visitors: 11
Total: 11 Who Is Where:
Visitors:
01: News
02: News
03: News
04: News
05: Submit News
06: News
07: News
08: Galleries
09: Galleries
10: News
11: Statistics

Web Stats
We received


page views since
September 2005
Total Hits
· New Today

10168
· New Yesterday

14030
Average Hits
· Hourly

283
· Daily

2,445
· Monthly

173,614
· Yearly

2,083,370
Server Time
· Time

22:17:18
· Date

30 Oct 2009
· Timezone

+0700

Ketika Foto Bicara

Konferensi Pers JMC.jpg
Konferensi Pers JMC. ... Kunjungan ke FPG_3.jpg
Kunjungan ke FPG_3.j ... Kunjungan ke FPG_2.jpg
Kunjungan ke FPG_2.j ... Kunjungan ke FPG_1.jpg
Kunjungan ke FPG_1.j ... Kunjungan ke FPG.jpg
Kunjungan ke FPG.jpg Suasana di dalam Gedung DPR.jpg
Suasana di dalam Ged ... Bersiap untuk Aksi.jpg
Bersiap untuk Aksi.j ... Mendengarkan Orasi.jpg
Mendengarkan Orasi.j ...

Photo Gallery

Media
Tabloid Ners



Tentang PPNI | Agenda Kegiatan | Profil Pengurus | Kegiatan Reguler | FAQ | Hubungi Kami

URL: http://inna-ppni.or.id/index.php
Email: mail@inna-ppni.or.id - dppppni@yahoo.com

Tidak ada komentar: