Selasa, 07 September 2010

tugas 7 kejamnya israel

KEJAMNY7A ISRAEL


Derasnya berita kejahatan Israel yang disiarkan oleh hampir seluruh media massa telah membuka mata dunia. Serangan Israel ke kapal Mavi Marmara yang menewaskan 19 relawan, penghadangan kapal-kapal Aramada Kebebasan, serta sikap arogan mereka dengan tetap memblokade Gaza adalah bagian kecil dari kejahatan yang selama ini tidak diketahui oleh banyak muslim. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al-Baqarah : 120)

Apa yang dilakukan Yahudi Israel di Palestina semakin menunjukkan kebenaran firman Allah ini. Maka jika kaum muslimin justru mengikuti kemauan mereka, untuk berdamai, yang hakikatnya jebakan dan tipuan belaka, kaum muslimin justru akan kehilangan perlindungan Allah SWT
Kita patut bersyukur bahwa di sana masih ada kaum muslimin yang berjihad untuk membela Al-Aqsa. Masih ada kaum muslimin yang tidak mau menyerah pada Israel. Masih ada kaum muslimin yang tidak mau tunduk pada zionis. Maka perlindungan dan pertolongan Allah pun sering mereka dapatkan. Sampai sekarang masjid Al-Aqsa masih berdiri. Sampai sekarang mereka masih kuat meski diblokade bertahun-tahun. Bahkan umat Islam mampu bertahan dan mencapai kemenangan dalam perang Furqan akhir tahun 2008 lalu.

Selain Al-Qur'an yang menjelaskan kejahatan-kejahatan Yahudi pada masa sebelum diutusnya Rasulullah Muhammad SAW, sirah Nabawiyah juga dipenuhi dengan pengkhianatan dan kejahatan Yahudi di Madinah. Di antaranya adalah:

Pertama, pengkhianatan janji yang telah disepakati bersama oleh kaum muslimin dan Yahudi. Inilah sebab terbesar sehingga terjadi perang bani Qainuqa, perang bani Nadhir, dan perang Bani Quraizhah.

Kedua, praktek ribawi Yahudi di pasar Madinah yang dengannya mereka menguasai suku Aus dan Khazraj sebelum berjayanya para pengusaha muslim di sana.

Ketiga, upaya provokasi yang senantiasa dihembuskan kepada kaum anshar. Agar kaum anshar kembali berpecah belah dan bermusuhan sebagaimana dulu mereka berperang, antara suku Aus dan suku Khazraj. Ini pula yang menjadi penyebab perang Bani Qainuqa' yang berakhir dengan pengusiran mereka dari Madinah.

Keempat, sikap sombong dan dendam Yahudi kepada Rasulullah dan kaum muslimin. Mereka tidak berani menampakkannya secara terang-terangan tetapi dalam sepi mereka mengkristalkan sikap itu diantara sesamanya.

Kelima, upaya pelecehan terhadap kaum muslimah dan kehormatannya. Seperti yang terjadi di pasar Bani Qainuqa' oleh pedagang emas Yahudi. Ini juga menjadi penyebab meletusnya Perang bani Qainuqa'.

Keenam, upaya membunuh Rasulullah jika ada kesempatan. Ini dilakukan menjelang perang Bani Quraidzah namun malaikat Jibril terlebih dahulu menyampaikan kepada Rasulullah sehingga beliau selamat.

Ketujuh, pengkhianatan dari dalam, khususnya ketika ada momentum yang tepat dan kaum muslimin sedang dalam kondisi terjepit. Seperti yang terjadi pada perang Khandaq.

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Demikianlah sikap Yahudi. Kejahatannya telah ada sejak dahulu kala dan direkam oleh Al-Qur'an serta sirah Nabawiyah. Maka kejahatan mereka pada kaum muslimin Palestina hari ini semakin meneguhkan posisi mereka sebagai musuh Islam, dan semakin menguatkan kedudukan mereka sebagai penjahat dan pembuat kerusakan.
Yahudi. Mereka tidak pernah berubah, dan selayaknya sikap kita pun tidak berubah. Kita akan tetap mencintai kaum muslimin termasuk muslim Palestina, membela mereka dan mendukung mereka dengan segala upaya. Jika kita tidak mampu atau tidak berkesempatan secara langsung membantu di Palestina, setidaknya kita membantu mereka dengan sebagian dana dan selalu mendoakan mereka.

Adapun kepada Yahudi Israel yang terus membunuhi saudara-sudara kita, kita pun bersikap tegas kepada mereka. Sebagaimana mereka memusuhi Islam, kita pun akan memusuhi mereka. Sepatutnya kita melawan dengan segala cara yang kita bisa. Memboikot produk-produk Israel adalah bagian dari jihad kita. Firman Allah tidak pernah dicabut dan harusnya seperti itulah sikap kit

Tidak ada komentar: