![]() | |
| Sejumlah mantan Perwira menghadiri acara Purnawirawan TNI dan Polri Peduli Nasib Bangsa di Balai Sudirman Jakarta, Kamis (24/4). (iPhA/Wirasatria) |
INILAH.COM, Jakarta - Purnawirawan TNI/Polri melakukan aksi boikot atas pemanggilan Komnas HAM. Aksi tersebut dinilai sebagai bukti adanya kasus pelanggaran HAM di era Orde Baru.
"Itu gambaran dari sikap perlawanan terhadap upaya pengungkapan pelanggaran HAM di masa lalu," ujar Managing Director Imparsial Rusdi Marpaung di Jakarta, Kamis (24/4).
Aksi boikot yang dilakukan pensiunan TNI/Polri ini merupakan rekomendasi dari apel siaga purnawirawan yang digelar di Jakarta, Kamis ini. Tampak hadir antara lain Try Sutrisno, Wismoyo Arismunandar, Sutiyoso, Luhut Panjaitan, Kiki Syahnarki, dan Kepala BIN Syamsir Siregar.
Sikap boikot ini, nilai Imparsial, justru akan merugikan citra Indonesia di mata internasional. Sebab, selama ini Indonesia melekat citra negara yang paling maju dalam bidang HAM. "Ini akan menimbulkan reaksi keras dari masyarakat internasional," cetus Rusdi.
MARJINAL


Tidak ada komentar:
Posting Komentar